Ibadah Peringatan

Beberapa orang mengatakan bahwa agama Buddha hanya berpikir tentang orang yang telah meninggal. Mereka salah memahami bahwa ada hubungan karma antara masing-masing diri kita, mereka yang hidup sebelum kita dan mereka yang akan hidup di masa mendatang setelah kita. Seperti yang kita pelajari tentang ajaran Buddha, kita mulai memahami bahwa agama Buddha sangat logis, dan ajarannya adalah melampaui batas waktu dan ruang.

Ajaran Buddha adalah agama yang mengajarkan kita tentang hubungan sejati antara keluarga di masa lalu, sekarang dan masa depan. Upaya keras keluarga kita di masa lalu, telah membawa kita menjadi seperti sekarang ini dan menjadikan kita mendapatkan balasannya. Upaya kita saat ini akan berdampak langsung terhadap bagaimana keluarga kita akan mendapatkan balasannya atau menderita di masa mendatang. Ini adalah balasan besar yang diberikan untuk kita oleh keluarga masa lalu dalam memenuhi Dharma dalam kehidupan kita saat ini. Kita berhutang budi kepada nikmat yang diberikan oleh keluarga masa lalu, dan memiliki tanggung jawab meneruskannya untuk generasi mendatang.

Keluarga dan Ajaran Buddha

Apa pun agama Anda, semua orang setuju bahwa keluarga adalah penting. Apakah itu keluarga? Siapa saja anggota keluarga Anda?

Anda bisa mengatakan bahwa orang-orang terdekat adalah keluarga Anda, seperti suami, istri, orang tua, kakak, adik dan anak, namun bagaimana keluarga yang lebih luas, seperti kakek-nenek, cucu, paman, bibi, dan keponakan Anda? Jika Anda mengatakan bahwa kakek-nenek Anda adalah bagian dari keluarga Anda, bukankah buyut atau cucu juga bagian dari keluarga Anda?

Anda mungkin berpikir bahwa anak-anak, cucu, cicit dan keturunan lainnya adalah bagian dari keluarga Anda. Sayangnya, banyak orang merasa bahwa ini tidaklah dapat dianggap sebagai keluarga. Jika cicit atau anak dari keponakan tidak mengakui pengorbanan dan kontribusi untuk kebahagiaan mereka setelah Anda meninggal, bagaimana perasaan Anda?

NEXT