Ikegami Honmonji
Tempat Terakhir dari Perjalanan Hidup Nichiren Shonin

Asal Mula

Nichiren Shonin mendirikan Kuil Honmonji (salah satu sebutan resmi, atau Sango, adalah Choeizan atau “gunung yang selalu berkembang”) sebelum kematiannya pada bulan Oktober 1282 atas permintaan Ikegami Munenaka, tuan tanah feodal kaya dan pengikut setianya. Ikegami Munenaka memberikan tanah 69.384 tsubo (51,89 are). Jumlah ini sesuai dengan jumlah karakter Tiongkok dalam Sutra Teratai.

Pada tanggal 15 April 1945, kuil ini terkena bom dan rusak berat, mengakibatkan hancurnya semua bangunan kecuali gerbang utama, pagoda lima lantai, Kyozo (penyimpanan kitab Buddha) dan Tahoto (stupa). Kuil tersebut dibangun ulang secara total atas sumbangan dari para pengikutnya di seluruh negeri.

Kuil Pada Masa Sekarang

Menaiki tangga depan dan berjalan melewati Niomon (gerbang dengan dua dewa penjaga), pengunjung datang ke Soshi-do (Aula Pendiri) tempat patung Nichiren Shonin diabadikan. Patung ini dipesan oleh murid-muridnya pada ulang tahun ketujuh wafatnya.

Di belakang Soshi-do, kita akan menemukan Honden (Aula Utama) tempat Buddha Shakyamuni dan empat Bodhisattva diabadikan.

Di belakang Honden terdapat Gobyo-sho segi delapan (Mausoleum), yang dibangun pada ulang tahun ke-700 wafatnya Nichiren Shonin. Di sinilah sebagian dari abu Nichiren Shonin diabadikan. Seluruh bahan pembuatannya berasal dari cemara Jepang.

Pagoda lima lantai dibangun pada tahun 1608. Berdiri persis di sebelah kanan pintu gerbang Niomon. Memiliki tinggi 29,4 meter dan balok segi delapan dengan diameter 41 sentimeter terbentang dari story kedua ke atas untuk menyeimbangkan struktur. Cara pembuatannya adalah untuk menahan gempa berkekuatan magnitudo tujuh dan merupakan pagoda lima lantai tertua di Tokyo.

NEXT